Si Kancil dan Kebun Pak Tani
Dongeng AnakBaru

Si Kancil dan Kebun Pak Tani

Si Kancil yang cerdik terjebak di kebun Pak Tani yang dijaga ketat. Bisakah ia kabur tanpa ketahuan, sambil tetap menjaga kebaikannya?

5 mnt baca

Di tepi hutan yang rindang, hiduplah seekor kancil kecil bernama Kanci. Tubuhnya kecil, tetapi akalnya tajam seperti ujung bambu yang baru diraut. Setiap pagi, ia melompat-lompat di antara semak belukar, mencari dedaunan segar dan buah-buahan yang jatuh dari pohon.

Suatu hari, hidungnya menangkap aroma yang sangat menggoda — bau mentimun segar dari kebun Pak Tani yang terkenal subur. Kebun itu dikelilingi pagar bambu tinggi dan dijaga oleh Pak Tani yang galak dengan tongkat kayunya. Tetapi perut Kanci berbunyi keras, dan kaki-kakinya melangkah sendiri menuju pagar itu.

"Hmm," pikir Kanci sambil mengintip dari celah pagar, "kalau aku masuk dari depan, Pak Tani pasti melihatku. Tapi bagaimana kalau dari belakang, saat beliau sedang makan siang?"

Kanci menunggu dengan sabar di balik pohon pisang. Tepat saat lonceng makan siang berbunyi dan Pak Tani masuk ke rumah, Kanci meluncur masuk melalui lubang kecil di pagar belakang. Ia mengambil tiga buah mentimun — tidak lebih, tidak kurang. Lalu, sebelum Pak Tani kembali, Kanci sudah kembali ke hutan dengan langkah ringan. Di perjalanan pulang, ia meletakkan satu mentimun di depan rumah tetangga Pak Tani yang sedang sakit. Kebaikan kecil, pikirnya, selalu ada balasannya.